Sifat Koligatif Larutan ECA

In Glogpedia

by wurangianm
Last updated 3 years ago

Make a copy Make a copy function allows users to modify and save other users' Glogs.

Discipline:
Science
Subject:
Chemistry

Toggle fullscreen Print glog
Sifat Koligatif Larutan ECA

Your text herjbdejbdou4dddbnjdKnow Th

Pengertian Sifat Koligatif Larutan & Materi Prasyarat SIFAT KOLIGATIF LARUTAN adalah sifat larutan yang hanya bergantung pada konsentrasi (jumlah) partikel zat terlarut di dalam larutan, tetapi tidak bergantung pada jenis zat terlarutnya.MATERI PRASYARAT:KEMOLARAN/MOLARITAS M = n/V (mol per volume dalam liter)MOLALITASm = n/p (jumlah mol zat terlarut per massa pelarut dalam kg)FRAKSI MOLXA = na /(na + nb) atau Xb = nb/(na + nb)(perbandingan mol zat terlarut atau pelarut terhadap jumlah mol larutan [XA + Xb = 1])PERBEDAAN LARUTAN ELEKTROLIT DAN LARUTAN NON-ELEKTROLITLarutan Elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Contoh: Larutan NaCl -> Terionisasi menjadi Na+ dan Cl-Larutan elektrolit memiliki sifat koligatif yang lebih besar daripada sifat koligatif larutan non-elektrolit yang konsentrasinya sama. Hal ini disebabkan terjadinya ionisasi pada larutan elektrolit, sehingga jumlah partikel dalam larutan elektrolit lebih banyak. Perbandingan antara harga sifat koligatif larutan elektrolit dengan larutan non-elektrolit pada konsentrasi yang sama disebut dengan Faktor Van't Hoff yang rumuskan sebagai berikut:i = 1 + (n-1)α (i adalah faktor Van't Hoff yang akan ditambahkan pada setiap rumus sifat koligatif larutan dalam perkalian, n adalah jumlah ion yang dihasilkan saat terionisasi [Contoh: Mg2+ dan 2Cl-, n-nya adalah 3), dan α adalah derajat ionisasi elektrolit)Larutan Non-Elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Contoh: Larutan Glukosa C6H12O6

Sifat Koligatif Larutan

.

.

Tekanan osmotik adalah gaya yang diperlukan untuk mengimbangi desakan zat pelarut yang melalui selaput semipermiabel ke dalam larutan. Membran semipermeabel adalah suatu selaput yang dapat dilalui molekul - molekul pelarut dan tidak dapat dilalui oleh zat terlarut. danya zat terlarut dalam larutan akan mengakibatkan titik beku larutan lebih kecil daripada titik beku pelarutnya cairan infus harus isotonik dengan darah, isotonik artinya tekanan osmotiknya sama tekanan osmotik.Sebuah bejana U yang diberi sekat membran semipermeabel diisi pelarut murni melalui ujung sebelah kirinya, sementara dari ujung sebelah kanannya diisi dengan larutan garam berkonsentrasi pekat dengan ketinggian yang sama. Setelah beberapa saat, pelarut di leher tabung sebelah kiri akan berpindah ke leher tabung sebelah kanan. Peristiwa ini berlanjut hingga ketinggian cairan pada kedua leher tabung tidak mengalami perubahan lagi (setimbang). Perbedaan ketinggian permukaan yang terjadi menimbulkan tekanan osmotik (lihat gambar C). Jadi, tekanan osmotik (π) dapat dipahami sebagai tekanan yang diperlukan untuk menghentikan proses osmosis.Proses osmosis dapat diberhentikan dengan memberikan tekanan dari luar yang berupa tekanan hidrostatis pada permukaan larutan. Besarnya tekanan yang digunakan untuk menghentikan aliran pelarut dari pelarut murni menuju larutan sama dengan tekanan osmotik larutan. Namun,jika tekanan yang diberikan melampaui tekanan osmotiknya maka akan terjadi osmosis balik, yaitu pelarut mengalir dari larutan ke pelarut murni. Tekanan osmotik berbanding lurus dengan konsentrasi suatu larutan. Semakin tinggi konsentrasi larutan, maka semakin besar pula tekanan osmotiknya. π = MRTKet: π = tekanan osmotik V = volume larutan (L)n = jumlah mol zat terlarut T = suhu absolut larutan (K) R = tetapan gas ideal (0,082 L atm / mol K)APLIKASI:- Desalinasi air laut (Osmosis Balik)- Pengawetan Makanan- Membasmi Lintah

Titik didih adalah suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan di permukaan (tekanan di atas cairan tersebut). Oleh karena itu, titik didih tergantung kepada tekanan luar yang berarti tergantung pula kepada tempat cairan itu dipanaskan. Proses mendidih biasanya ditandai dengan terbentuknya gelembung gas. Penurunan tekanan uap jenuh mengakibatkan titik didih larutan menjadi lebih tinggi daripada titik didih pelarut murninya. Selisih antara titik didih larutan dengan titik didih pelarut murninya disebut kenaikan titik didih larutan (Tb= boiling point elevation)Tb= Tb lar– Tb pelKet:Tb= kenaikan titik didihTb lar= titik didih larutanTb pel= titik didih pelarut murniPercobaan-percobaan menunjukkan bahwa kenaikan titik didih tidak bergantung kepada jenis zat terlarut, tetapi hanya bergantung pada konsentrasi partikel dalam larutan. Untuk larutan encer, kenaikan titik didih sebanding dengan kemolalan larutan.ΔTb= Kb × mAPLIKASI:- Distilasi- Air mendidih idtambahkan NaCl

KENAIKAN TITIK DIDIH (ΔTb)

Pada keadaan (a) semua partikel zat relarut dapat menguap sehingga tekanan uap pelarutnya tinggi. Tekanan uap pada keadaan (a) adalah uap jenuhpelarut murni (P˚). Pada keadaan (b), kedalam pelarut murni ditambahkan zat pelarut yang lebih sukar menguap dan karena sifat yang sukar menguap tersebut, maka zat terlarut akan tetap berada didalam larutan. Dengan adanya zat terlarut tersebut, maka hanya sebagian saja zat pelarut yang dapat menguap sehungga terjadi penurunan tekanan uap larutan.Menurut ahli kimia dari Perancis, yaitu Francois Raoult dikatakan bahwa "tekanan uap jenuh larutan sama dengan fraksi mol pelarut dikalikan dengan tekanan uap jenuh pelarut murni". Pernyataan ini dikenal dengan Hukum Raoult, yang secara matematik dapat dirumuskan sebagai berikut :PL = P˚ x XpKeterangan :PL = tekanan uap jenuh larutanP˚ = tekanan uap jenuh pelarut murniXp = fraksi mol zat pelarutDengan adanya zat pelarut, maka partikel pelarut menjadi lebih sedikit yang menguap, sehingga memberi tekanan uap jenuh larutan (P) lebih rendah daripada tekanan uap jenuh pelarut (P˚). Dengan demikian terjadi oenurunan tekanan uap larutan yang sering disebut dengan penurunan tekanan uap (∆P).Penurunan tekanan uap (∆P) dapat dirumuskan sebagai berikut :∆P = P˚ - PLHubungan antara penurunan (∆P) dengan fraksi mol zat terlarut (Xt) dapat dirumuskan sebagai berikut :∆P= P˚ x XtAPLIKASI:- Laut Mati sebagai tempat rekreasi

Titik beku adalah suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap dalam keadaan padat. Pada pembekuan suatu larutan, yang mengalami pembekuan adalah hanya pelarutnya saja, sedangkan zat terlarut tidak ikut membeku. Adanya zat terlarut mengakibatkan suatu pelarut semakin sulit membeku, akibatnya titik beku larutan akan lebih rendah dibandingkan dengan titik beku pelarut murninya. Selisih antara titik beku larutan dengan titik beku pelarut murninya disebut penurunan titik beku larutan (ΔTf= freezing point depression)ΔTf= Tf pel– Tf larKet:ΔTf= penurunan titik bekuTf pel= titik beku pelarut murniTf lar= titik beku larutanPercobaan-percobaan juga menunjukkan bahwa penurunan titik beku tidak bergantung kepada jenis zat terlarut, tetapi hanya bergantung pada konsentrasi partikel dalam larutan. Untuk larutan encer, penurunan titik beku sebanding dengan kemolalan larutan.ΔTf= Kf × mKet: ΔTf = penurunan titik bekuKf = tetapan penurunan titik beku molalm = molalitas larutanAPLIKASI:- Antibeku pada tubuh hewan- Antibeku (NaCl, CaCl2) untuk mencairkan salju- Antibeku mobil Etilen Glikol

Tekanan Osmotik (π)

PENURUNAN TITIK BEKU ΔTf

PENURUNAN TEKANAN UAP(ΔP)

GENERAL CHEMISTRYEXTRA CREDIT ASSIGNMENTMARSHALL WURANGIAN12 IPA HIGH 1

Tahukah Anda?Penerapan Tekanan Osmotik juga terjadi pada mesin cuci darah! Pasien penderita gagal ginjal harus menjalani terapi cuci darah. Terapi menggunakan metode dialisis, yaitu proses perpindahan molekul kecil-kecil seperti urea melalui membran semipermeabel dan masuk ke cairan lain, kemudian dibuang. Membran tak dapat ditembus oleh molekul besar seperti protein sehingga akan tetap berada di dalam darahMembuat Cairan FisiologiCairan infus dan berbagai cairan fisiologilainya, seperti obat tetes mata, harus isotonik dengan cairan tubuh kita. Oleh karena itu , konsentrasinya perlu disesuaikan. Anda tentu mengetahui bahwa salah satu masalah yang dihadapi korban kecelakaan ditengah laut yang terpaksa harus terapung-apung berhari-hari yaitu rasa haus. Meminum air laut tidak akan menghilangkan rasa haus, malah sebaliknya akan menambah rasa haus. Hal itu terjadi karena air laut hipertonik terhadap cairan tubuh kita. Akibatnya air laut justru akan menarik air dari jaringan tubuh..

SumberAtkins, Peter, and de Paula, Julio (2001). Physical Chemistry , 7th edition. New York: W.H. Freeman.Brown, Theodore L.; LeMay, H. Eugene; Bursten, Bruce E.; and Burdge, Julia R. (2002). Chemistry: The Central Science , 9th edition. Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.Anshory, I., Achmad, H. 1996. Acuan pelajaran kimia SMU untuk kelas 3. Jakarta: Penerbit Erlangga. Brady, J.E. 1999. Kimia universitas: Asas & struktur jilid satu (5th ed.). Jakarta: Binarupa Aksara. Johari, J.M.C., Rachmawati, M. 2008. Kimia SMA dan MA untuk kelas XII. Jakarta: Esis. Purba, M. 2006. Kimia untuk SMA kelas XII. Jakarta: Penerbit Erlangga. Silberberg, M.S.S. 2007. Principles of general chemistry. New York: McGraw-Hill. Sudarmo, U. 2006. Kimia untuk SMA kelas XII. Jakarta: PhiBeta


Comments

    There are no comments for this Glog.